IHSG Menguat ke 8.960, Saham KOCI hingga RLCO Melesat

IHSG Menghijau

KALTARABISNIS.CO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan awal pekan, Senin (12/1/2026), dengan tren positif. Hingga pukul 10.00 WIB, indeks komposit terpantau menguat 23 poin atau setara 0,31 persen ke level 8.960.

Pergerakan pasar saham domestik cukup bergairah dengan rentang pergerakan harian berada di level 8.936 hingga level psikologis 9.000. Aktivitas perdagangan berlangsung ramai, tercermin dari nilai transaksi yang sudah menembus angka Rp 10,84 triliun hanya dalam sesi pagi.

Sektor Industri Pimpin Penguatan

Laju IHSG pagi ini ditopang oleh apresiasi harga pada mayoritas indeks sektoral. Sektor perindustrian menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan tajam sebesar 2,63 persen. Penguatan signifikan juga terjadi pada sektor konsumer primer yang tumbuh 2,32 persen dan sektor transportasi yang melaju 2,21 persen.

Selain itu, sektor material dasar dan properti turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,76 persen dan 1,21 persen. Kendati demikian, tekanan jual masih terlihat membayangi sektor keuangan yang bergerak berlawanan arah di zona merah.

Deretan Saham Top Gainers

Di tengah optimisme pasar, sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga ekstrem hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Saham PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOCI) memimpin jajaran top gainers dengan lonjakan 30,59 persen ke level Rp 222 per saham.

Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menyusul dengan kenaikan 29,41 persen menjadi Rp 182. Kenaikan di atas 24 persen juga dicatatkan oleh saham SOHO yang naik ke Rp 2.060, RLCO menguat ke Rp 5.000, serta INDS yang bertengger di harga Rp 356 per saham.

Rekor Transaksi dan Tren Mingguan

Penguatan hari ini melanjutkan tren positif pekan lalu, di mana IHSG berhasil mengakumulasi kenaikan 188 poin atau 2,16 persen dari level 8.748 ke 8.936. Pasar bahkan sempat mencatatkan rekor intraday tertinggi sepanjang sejarah di level 9.002, yang kala itu didorong oleh reli saham emiten nikel di sektor material dasar.

Likuiditas pasar pun menebal secara signifikan. Data BEI menunjukkan rata-rata volume transaksi harian pekan ini melesat 48,08 persen mencapai 61,78 miliar lembar saham, dibandingkan 41,72 miliar lembar pada pekan sebelumnya.

Senada dengan volume, rata-rata nilai transaksi harian juga melonjak drastis sebesar 44,68 persen menjadi Rp 31,45 triliun, jauh di atas pencapaian pekan sebelumnya yang berada di angka Rp 21,74 triliun.

Follow Kaltarabisnis.co di Google News untuk Update Berita Terkini