KALTARABISNIS.CO – Informasi mengenai jadwal peluncuran dan tanggal penjualan Samsung Galaxy S26 Ultra mulai menemui titik terang. Meskipun raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut belum memberikan konfirmasi resmi, berbagai sumber internasional terus memperbarui detail terkait agenda Galaxy Unpacked 2026.
Situs web pelacak informasi ritel Eropa, Dealabs, mengungkapkan bahwa acara Galaxy Unpacked tahun ini kemungkinan besar akan diselenggarakan pada tanggal 25 Februari 2026 pukul 7 malam (Waktu Eropa Tengah/CET). Ini menandai pertama kalinya waktu spesifik untuk peluncuran seri tersebut muncul ke publik.
Selain jadwal pengumuman, Dealabs juga memberikan indikasi bahwa penjualan untuk pasar Eropa akan dimulai pada 11 Maret 2026. Jika jadwal ini akurat, maka terdapat rentang waktu 14-16 hari antara peluncuran dan rilis ke pasar, sebuah pola yang konsisten dengan generasi Galaxy S sebelumnya. Namun, terdapat catatan bahwa 11 Maret jatuh pada hari Rabu, berbeda dengan kebiasaan Samsung yang sering memilih hari Jumat sebagai hari peluncuran produk.
Meskipun data tersebut merujuk pada pasar Eropa, lini flagship Samsung biasanya diluncurkan secara serentak di seluruh dunia. Hal ini memicu diskusi di kalangan pengamat mengenai apakah tanggal 11 Maret 2026 juga akan berlaku untuk pasar Amerika Serikat dan wilayah lainnya.
Terkait aspek harga, CEO Samsung Electronics™ Roh memberikan pernyataan resmi saat diwawancarai Reuters pada ajang CES 2026. Ia menyatakan bahwa “tidak ada perusahaan yang kebal” terhadap dampak kekurangan memori dan kenaikan harga komponen. Hal ini mengisyaratkan adanya kemungkinan penyesuaian harga pada produk baru tersebut.
Laporan dari ET News menyebutkan bahwa Samsung sedang mempertimbangkan kenaikan harga sebesar 44.000 hingga 88.000 won atau sekitar US$30 hingga US$60 per versi. Berikut adalah estimasi harga seri Galaxy S26 jika dikonversi ke dolar AS:
- Galaxy S26 (Standar): Sekitar US$859
- Galaxy S26 Plus: Sekitar US$1.059
- Galaxy S26 Ultra: Sekitar US$1.359
Selain kenaikan harga, ET News juga mengindikasikan kemungkinan pengurangan insentif pra-pemesanan (pre-order). Program rutin seperti peningkatan kapasitas penyimpanan gratis (free storage upgrade) dilaporkan berpotensi ditiadakan atau dikurangi. Hal ini diprediksi akan berdampak langsung pada strategi promosi yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang mengincar harga terbaik saat periode peluncuran.
