Rebalancing MSCI Februari 2026: Saham BUMI, FILM, dan PTRO Berpotensi Masuk

MSCI

KALTARABISNIS.CO – Hitung mundur satu bulan menjelang momentum evaluasi ulang (rebalancing) indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah dimulai. Sejumlah emiten asal Indonesia, mulai dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hingga PT MD Entertainment Tbk (FILM), diprediksi akan menjadi penghuni baru indeks bergengsi tersebut.

Berdasarkan jadwal resmi, pengumuman hasil rebalancing terdekat akan dilakukan pada 10 Februari 2026. Selanjutnya, periode efektif konstituen baru akan mulai berlaku pada 2 Maret 2026 mendatang. Pelaku pasar perlu mewaspadai lonjakan volatilitas yang signifikan biasanya terjadi satu hari sebelum tanggal efektif saat pasar dibuka.

Kenaikan minat terhadap saham-saham kandidat MSCI didorong oleh potensi aliran dana masuk (inflow) dari investor institusi global. Dana asing pasif, seperti Exchange Traded Fund (ETF) dan manajer investasi global yang menggunakan MSCI sebagai tolok ukur, akan melakukan pembelian otomatis dalam jumlah besar untuk menyesuaikan portofolio mereka. Proses ini mampu meningkatkan likuiditas serta memicu kenaikan harga dalam durasi singkat.

Berikut adalah rincian data emiten yang masuk dalam radar pengamatan pasar untuk rebalancing Februari 2026:

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Emiten batu bara dan mineral milik grup Bakrie dan Salim ini dijagokan naik kelas dari kelas Small Cap menjadi MSCI Global Standard. Kapitalisasi pasar BUMI dianggap telah melampaui ambang batas minimum seiring harga saham yang bertahan di atas Rp400 per lembar.
  • PT Petrosea Tbk (PTRO): Harga saham terkini berada di level Rp12.275 per lembar. Posisi ini telah melewati syarat batas minimum masuk MSCI yang diestimasikan berada pada angka Rp11.500 per lembar.
  • PT MD Entertainment Tbk (FILM): Memiliki harga pasar Rp14.500 per lembar, jauh di atas kriteria minimum sebesar Rp9.195 per lembar. Namun, status suspensi perdagangan yang saat ini dialami FILM menjadi catatan kritis. Jika suspensi tidak segera dicabut, FILM berisiko gagal masuk indeks karena pengurangan nilai rata-rata transaksi harian.
  • PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) & PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR): Kedua emiten ini masuk dalam daftar pantauan sebagai kandidat potensial lainnya untuk pengumuman Februari mendatang.

Spekulasi pasar biasanya memicu reli harga sebelum pengumuman resmi. Selain mengejar keuntungan selisih harga (capital gain), status sebagai anggota indeks MSCI akan memperkuat kredibilitas emiten di mata investor internasional serta meningkatkan visibilitas kualitas saham di pasar global.

Follow Kaltarabisnis.co di Google News untuk Update Berita Terkini