KALTARABISNIS.CO – PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) kini resmi memasuki babak baru setelah diakuisisi oleh PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara). Di bawah kendali pengendali baru, emiten ini sedang dalam proses transformasi menjadi holding company yang fokus pada sektor energi hijau.
Berdasarkan data perdagangan pada Kamis, 15 Januari 2026 pukul 16.12 WIB, pergerakan saham FUTR mencatatkan statistik sebagai berikut:
- Harga Penutupan: Rp610,00 (Naik +5,00 atau +0,83%).
- Harga Pembukaan: Rp610,00.
- Titik Tertinggi (High): Rp615,00.
- Titik Terendah (Low): Rp600,00.
- Penutupan Sebelumnya: Rp605,00.
- Kapitalisasi Pasar: Rp4,05 Triliun.
- Rasio P/E: 502,31.
- Rentang 52 Minggu: Rp50,00 – Rp865,00.
Direktur Utama FUTR menegaskan bahwa sebagai induk usaha, perusahaan akan menaungi berbagai inisiatif Energi Baru Terbarukan (EBT). Saat ini, perusahaan tengah menjalankan proses tender offer serta menyiapkan studi kelayakan bisnis. Langkah strategis ini mencakup rencana perubahan kegiatan usaha dan aksi korporasi rights issue yang ditargetkan terlaksana pada tahun 2026.
Salah satu aset strategis yang masuk dalam portofolio FUTR adalah proyek panas bumi di Gunung Slamet. Proyek ini telah memasuki fase eksplorasi aktif yang meliputi kegiatan geosurvey, pengeboran sumur eksplorasi tahap awal, serta pembangunan infrastruktur utama.
Proyek panas bumi ini memiliki detail kontrak dan target sebagai berikut:
- Kapasitas Total: 220 MW.
- Kontrak PPA: Perjanjian jual beli listrik dengan PLN berlaku selama 30 tahun setelah masa COD (Commercial Operation Date).
- Target Operasional (COD): Dijadwalkan pada tahun 2027.
- Tahap Awal: Kapasitas 20 MW dengan dimulainya pengeboran lanjutan pada tahun 2026.
Transformasi ini menandai pergeseran fundamental bisnis FUTR dari kegiatan sebelumnya menjadi pemain utama dalam industri energi bersih di Indonesia.
