Saham BUMI Diprediksi Bisa Tembus Rp438

Saham BUMI Diborong Investor

KALTARABISNIS.CO – Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menarik perhatian para pelaku pasar modal pada perdagangan Kamis (15/1/2026). Di tengah dinamika pasar yang fluktuatif, CGS International Sekuritas Indonesia merilis analisis teknikal yang memberikan angin segar bagi para pemodal. Sekuritas ini memproyeksikan adanya potensi penguatan lanjutan menuju level resistance atau batas atas, meskipun saham emiten batubara ini sempat mengalami tekanan di sesi awal.

Rekomendasi buy atau beli telah dikeluarkan dengan target harga yang cukup menjanjikan, yakni pada rentang Rp430 hingga Rp438 per saham. Analisis ini menjadi panduan penting bagi investor yang ingin memaksimalkan momentum jangka pendek di tengah volatilitas harga komoditas energi.

Strategi ‘Spec Buy’ dan Level Kunci

Dalam catatan riset terbarunya, CGS International Sekuritas Indonesia menekankan strategi Speculative Buy atau “Spec Buy”. Strategi ini menyarankan investor untuk melakukan pembelian spekulatif dengan tetap memperhatikan disiplin level support dan resistance yang ketat. Level Rp 414 ditetapkan sebagai support kuat yang menjadi landasan bagi pergerakan harga BUMI saat ini.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia memberikan instruksi teknis yang spesifik terkait level masuk dan level pengamanan modal.

“BUMI Spec Buy dengan support 414, cutloss jika break di bawah 406. Jika tidak break di bawah 414, potensi naik ke 430-438 short term,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa selama harga saham BUMI mampu bertahan dan tidak ditutup di bawah level Rp414, peluang untuk rebound atau memantul naik menuju target Rp430-438 sangat terbuka lebar dalam jangka pendek. Sebaliknya, elaborasi dari riset tersebut juga memperingatkan risiko. Apabila tekanan jual meningkat hingga harga jebol ke bawah Rp406, investor disarankan segera melakukan cutloss atau pembatasan kerugian untuk mengamankan sisa modal.

Dinamika Transaksi dan Tren Pergerakan

Hingga penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, saham BUMI terpantau mengalami koreksi sebesar 1,9% ke level Rp414. Level ini tepat berada di garis support yang direkomendasikan, menjadikan sesi kedua sebagai momen penentuan apakah harga akan memantul atau justru tertekan lebih dalam.

Minat pasar terhadap saham “sejuta umat” ini masih tergolong sangat tinggi. Data perdagangan IDX mencatat volume transaksi yang masif, dengan 1,34 miliar lembar saham berpindah tangan. Frekuensi perdagangan mencapai 56,3 ribu kali dengan total nilai transaksi menyentuh angka Rp 560,7 miliar hanya dalam setengah hari perdagangan.

Secara historis, volatilitas saham BUMI memang cukup tinggi. Dalam sepekan terakhir, pemegang saham harus menghadapi penurunan sebesar 10%. Namun, jika ditarik dalam periode satu bulan, saham ini masih mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 13%. Bahkan, performa year to date (ytd) atau sejak awal tahun 2026 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 13,6%. Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada koreksi jangka pendek, tren menengah saham BUMI masih berada dalam jalur hijau yang menarik untuk dicermati oleh para trader maupun investor ritel.

Follow Kaltarabisnis.co di Google News untuk Update Berita Terkini