KALTARABISNIS.CO – Pelaku pasar modal menyambut antusias rencana Pemerintah yang akan menggelontorkan paket stimulus raksasa senilai Rp101 triliun bagi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, optimisme tersebut langsung tercermin melalui lonjakan signifikan saham-saham emiten tekstil dan garmen yang menembus zona hijau sejak pembukaan pasar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terangkat dengan penguatan sebesar 0,16 persen dalam tiga jam pertama perdagangan. Indeks bertengger di level 9.046,83 setelah sempat berfluktuasi pada rentang 9.041,00–9.100,82 seiring meningkatnya minat beli para pemodal terhadap sektor padat karya.
Saham BELL dan Emiten Tekstil Puncaki Top Gainers
Penguatan indeks kali ini didorong oleh reli tajam sejumlah emiten di sektor tekstil dan garmen. Sejumlah saham terpantau mencatatkan kenaikan agresif bahkan menembus angka di atas 20 persen hanya dalam hitungan jam setelah sesi perdagangan dimulai.
Saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI), hingga PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) menjadi pusat perhatian para trader dan investor. Lonjakan volume transaksi menunjukkan adanya akumulasi besar-besaran terhadap saham BELL dan rekan satu sektornya karena dinilai memiliki prospek pemulihan yang kuat.
Pelaku pasar menilai bahwa stimulus jumbo yang dirancang pemerintah berpotensi besar memperbaiki arus kas perusahaan. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi serta menahan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sebelumnya sempat membayangi industri ini akibat tantangan ekonomi global.
Proyeksi Daya Saing dan Analisis Fundamental
Selain memperbaiki sisi internal perusahaan, kebijakan ini dipandang mampu memperkuat daya saing industri tekstil nasional di pasar internasional. Para investor kini mulai melihat peluang peningkatan kontribusi sektor TPT terhadap perekonomian domestik yang sebelumnya sempat tertekan biaya produksi tinggi.
Meningkatnya volume transaksi pada saham BELL dan emiten sejenis menandakan adanya pergeseran sentimen dari negatif menjadi optimis. Namun, para analis mengingatkan agar pelaku pasar tetap mencermati implementasi teknis dari penyaluran stimulus tersebut sebelum mengambil keputusan investasi jangka panjang.
Keberlanjutan reli penguatan saham tekstil akan sangat bergantung pada efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga fundamental perusahaan. Selain itu, pemulihan permintaan global tetap menjadi faktor eksternal utama yang wajib dipantau oleh para pemegang saham guna memastikan pertumbuhan kinerja keuangan emiten tetap stabil di masa depan.
