Kenali Syarat dan Prioritas CPNS Polhut 2026

CPNS Polhut

KALTARABISNIS.CO – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berencana melakukan pengadaan besar-besaran personel Polisi Kehutanan (Polhut) mulai tahun 2026. Langkah strategis ini diambil guna memenuhi kebutuhan mendesak penjagaan kawasan hutan Indonesia yang saat ini masih mengalami defisit personel cukup tajam.

Hingga Januari 2026, jumlah personel Polhut yang tersedia hanya sekitar 4.800 orang. Angka tersebut masih sangat jauh dari kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai 25.000 personel untuk mengawal seluruh wilayah hutan di Indonesia.

Proyeksi Rekrutmen 21 Ribu Personel

Pemerintah telah menyusun rencana penambahan 21.000 personel Polhut baru yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2028. Lonjakan rekrutmen terbesar dijadwalkan terjadi pada tahun 2026 dengan target kuota mencapai 15.000 orang.

Setelah lonjakan di tahun pertama, penerimaan akan distabilkan pada angka 3.000 orang per tahun untuk periode 2027 dan 2028. Seluruh proses seleksi ini akan dilaksanakan melalui jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk memberikan kepastian status hukum dan jenjang karier bagi para petugas penegak hukum yang dibekali senjata api dinas tersebut.

Prioritas Lulusan SMA dan Putra Daerah

Dalam rekrutmen ini, KLHK mengalokasikan porsi terbesar bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat. Sebanyak 11.340 formasi atau sekitar 54 persen dari total kuota dialokasikan untuk posisi Polhut Pemula. Mereka nantinya akan ditempatkan langsung di tingkat resort untuk melakukan pengamanan lapangan.

Prioritas khusus diberikan kepada putra-putri daerah yang dinilai lebih memahami karakteristik wilayah hutan setempat. Selain itu, lulusan dari 5 SMK Kehutanan Negeri (SMKKN) serta SMK Kehutanan Swasta menjadi sasaran utama karena dianggap memiliki dasar keterampilan lapangan yang mumpuni. Sementara itu, untuk lulusan S1 atau D-IV, diproyeksikan tersedia 2.250 formasi Polhut Ahli Pertama pada seleksi tahun 2026.

Syarat Fisik dan Ambang Batas Nilai

Mengingat beratnya medan penugasan, calon pelamar harus memenuhi persyaratan fisik yang ketat. Batas usia minimal adalah 18 tahun dan maksimal 35 tahun saat melamar. Secara fisik, pelamar laki-laki wajib memiliki tinggi badan minimal 165 cm, sementara perempuan minimal 160 cm dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ideal.

Kriteria tambahan meliputi kondisi kesehatan mata yang tidak buta warna dan tidak berkacamata. Pelamar juga diwajibkan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) minimal kategori C serta memiliki keterampilan khusus seperti bela diri dan navigasi darat.

Pada tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tahun 2026, pemerintah menetapkan nilai ambang batas (passing grade) sebagai berikut:

  • Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): 65
  • Tes Intelegensia Umum (TIU): 80
  • Tes Karakteristik Pribadi (TKP): 166

Saat ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih menuntaskan proses seleksi periode sebelumnya, namun portal SSCASN sudah mulai menampilkan pesan persiapan untuk rekrutmen mendatang. Calon pelamar diimbau mulai menyiapkan dokumen asli seperti KTP, ijazah dengan rata-rata nilai minimal 7,00 untuk SMA, atau IPK minimal 2,80 bagi lulusan sarjana.

Follow Kaltarabisnis.co di Google News untuk Update Berita Terkini