KALTARABISNIS.CO – Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berhasil bangkit dengan performa impresif setelah ditutup melonjak 5,63% ke level Rp750 pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Pergerakan positif ini memutus tren negatif emiten jasa pertambangan tersebut yang sebelumnya sempat terkapar selama dua hari bursa berturut-turut dengan koreksi masing-masing sebesar –2,47% dan –10,13%.
Antusiasme pelaku pasar terlihat sangat tinggi dengan volume perdagangan mencapai 1,03 miliar saham. Aktivitas transaksi tercatat dilakukan sebanyak 72.228 kali dengan nilai total transaksi menyentuh angka Rp774,25 miliar. Lonjakan volume ini mengindikasikan adanya akumulasi masif yang kembali masuk ke saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim ini.
Aksi Borong Investor Asing di Saham DEWA
Dibalik penguatan signifikan tersebut, aliran modal asing terpantau mulai masuk kembali ke pasar reguler. Broker CGS International Sekuritas mencatatkan akumulasi beli bersih atau net buy senilai Rp7,4 miliar di saham berkode DEWA khusus untuk kategori investor asing. Kehadiran investor mancanegara ini menjadi katalis positif yang memperkuat struktur harga setelah mengalami tekanan jual hebat di awal pekan.
Para pemodal mencermati bahwa pembalikan arah ini terjadi di tengah sentimen sektor pertambangan yang mulai stabil. Kepercayaan pasar perlahan pulih seiring dengan dominasi transaksi yang menempatkan DEWA sebagai salah satu saham paling aktif di lantai bursa dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Rekomendasi Mandiri Sekuritas dan Target Harga
Menyambut perdagangan Kamis (15/1/2026), Mandiri Sekuritas (Mansek) memberikan pandangan optimis melalui analisis teknikalnya. Broker tersebut secara resmi merekomendasikan buy untuk saham Darma Henwa dengan strategi day trade atau perdagangan harian bagi para pelaku pasar.
“Target harga yang dipatok broker tersebut 785,” tulis laporan analisis Mandiri Sekuritas. Jika target ini tercapai, maka terdapat potensi kenaikan sebesar 4,66% dari harga penutupan hari sebelumnya. Namun, para trader juga diingatkan untuk tetap disiplin pada manajemen risiko.
Mansek mematok level support kritis di angka 730. Bagi pelaku pasar yang memiliki posisi di saham ini, disarankan untuk melakukan stoploss apabila harga jatuh melampaui level tersebut guna menghindari kerugian yang lebih dalam jika terjadi pembalikan arah mendadak.
Perbedaan Proyeksi Konsensus dan Samuel Sekuritas
Terdapat perbedaan pandangan yang cukup tajam di kalangan analis mengenai nilai wajar emiten ini. Berdasarkan data yang dihimpun Samuel Sekuritas, target konsensus rata-rata para analis untuk saham Darma Henwa sebenarnya berada di level yang cukup tinggi, yakni mencapai Rp885 per lembar saham.
Namun, Samuel Sekuritas sendiri memiliki pandangan yang jauh lebih konservatif dibandingkan konsensus pasar. Lembaga riset tersebut memasang target harga saham DEWA hanya di level Rp300. Perbedaan estimasi antara Rp300–Rp885 ini mencerminkan volatilitas pandangan terhadap fundamental serta prospek jangka panjang perusahaan jasa tambang tersebut di mata para profesional keuangan.
