KALTARABISNIS.CO – Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi mengumumkan kebijakan strategis terkait mekanisme penerimaan mahasiswa baru tahun 2026. Dalam sosialisasi terbarunya, Unpad menegaskan akan menempatkan nilai rapor dan prestasi akademik sebagai indikator utama penilaian jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), menggeser peran Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sebelumnya sempat menjadi wacana pertimbangan.
Langkah ini diambil untuk menghargai konsistensi prestasi belajar siswa selama menempuh pendidikan di sekolah menengah. Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, memastikan bahwa penggunaan TKA tahun ini akan diminimalisasi atau bahkan ditiadakan dalam komponen penentu kelulusan SNBP.
“Tahun ini mungkin Unpad tidak akan menggunakan TKA, insya Allah kami tidak menggunakan nilai itu. Kami menggunakan nilai rapor sebagai patokan utama. TKA mungkin hanya sebagai pembanding saja kalau memang diperlukan, jadi tidak digunakan,” jelas Prof. Arief dalam kegiatan Ayo Kenal Unpad, Open Campus 2026 di Bale Santika Unpad Jatinangor, Sabtu (10/1/2026).
Komitmen Biaya Kuliah Terjangkau
Selain mekanisme seleksi, isu biaya pendidikan menjadi sorotan utama. Membawa kabar angin segar bagi calon mahasiswa dan orang tua, Unpad berkomitmen menjaga keterjangkauan akses pendidikan tinggi dengan tidak menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Kebijakan pembekuan kenaikan tarif UKT ini rencananya akan diberlakukan dalam jangka panjang, setidaknya hingga tiga tahun ke depan. Prof. Arief menegaskan bahwa status Unpad sebagai perguruan tinggi negeri menuntut tanggung jawab moral untuk tetap melayani masyarakat luas.
“Jadi tidak usah khawatir. Ini adalah sekolah negeri yang dibangun dan dijalankan dengan uang pajak masyarakat. Tentu kami akan berusaha untuk sedemikian rupa, bagaimana caranya agar pendidikan Unpad tetap berkualitas,” ujar Prof. Arief.
Guna mendukung aksesibilitas tersebut, Unpad juga menyiapkan berbagai skema beasiswa, baik yang bersumber dari anggaran pemerintah, dana mandiri universitas, maupun mitra strategis lainnya.
Strategi Seleksi dan Jalur Mandiri
Kepala Kantor Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP), Prof. Anas, memperkuat pernyataan Rektor mengenai teknis SNBP. Menurutnya, penilaian jalur prestasi harus didasarkan pada rekam jejak akademik siswa dari semester awal hingga akhir. TKA, jika ada, hanya berfungsi sebagai instrumen validasi kewajaran nilai, bukan penentu kelulusan.
Oleh karena itu, calon mahasiswa diminta jeli melihat aturan main yang berlaku spesifik di Unpad.
“Kebijakan tersebut wajib dipahami benar karena berbeda tiap universitas. Kemudian kenali materi seleksi dan atur strateginya,” kata Prof. Anas.
Bagi calon mahasiswa yang membidik jalur selain SNBP dan SNBT, Unpad membuka kesempatan luas melalui Seleksi Mandiri (SMUP). Prof. Anas memaparkan adanya diversifikasi jalur masuk untuk mengakomodasi berbagai potensi siswa.
“Terdapat empat jalur utama dalam SMUP Mandiri, yaitu prestasi akademik, minat dan bakat, kelas internasional (IUP), dan kemitraan strategis,” jelas Prof. Anas dalam sesi bincang gelar wicara Unpad Parent and Educator Hub.
Secara rinci, jalur Prestasi Akademik dapat ditempuh menggunakan nilai UTBK atau ujian khusus SMUP. Sementara itu, jalur Minat dan Bakat dibuka khusus bagi siswa dengan capaian non-akademik di bidang seni, olahraga, atau olimpiade. Bagi peminat kelas internasional, seleksi berbasis pada nilai rapor dan sertifikasi bahasa Inggris.
Unpad mengimbau seluruh calon pendaftar untuk mempelajari detail persyaratan tiap jalur melalui laman resmi smup.unpad.ac.id agar dapat menyusun strategi pendaftaran yang paling sesuai dengan potensi diri.
