KALTARABISNIS.CO – Xiaomi secara resmi merilis daftar perangkat dari lini Xiaomi, Redmi, dan POCO yang dipastikan tidak akan mendapatkan pembaruan sistem operasi Android 17. Keputusan strategis ini diambil seiring dengan berakhirnya siklus pembaruan global HyperOS yang berbasis Android 16.
Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan siklus hidup produk (product lifecycle) perusahaan. Mulai tahun 2026, Xiaomi menegaskan akan memprioritaskan distribusi pembaruan Android terbaru khusus untuk jajaran flagship dan model kelas menengah tertentu yang memiliki spesifikasi mumpuni.
Fokus pada Stabilitas Sistem
Alasan utama di balik keputusan ini adalah keterbatasan arsitektur perangkat keras pada model entry-level dan menengah. Xiaomi menilai bahwa memaksakan pembaruan sistem operasi terbaru pada perangkat dengan spesifikasi terbatas berpotensi mengganggu pengalaman pengguna.
Kebijakan baru ini bertujuan menjaga stabilitas sistem, performa optimal, serta efisiensi daya. Perangkat yang didukung hanyalah yang memiliki akselerasi perangkat keras yang memadai untuk menjalankan fitur-fitur berat di Android generasi mendatang.
Daftar Perangkat yang “Mentok” di Android 16
Berdasarkan data kebijakan End of Life (EOL) Xiaomi dan referensi Android Enterprise Recommended, berikut adalah daftar perangkat yang dipastikan berhenti mendapatkan pembaruan sistem operasi utama setelah Android 16 (baik melalui HyperOS 3 maupun HyperOS 4):
- POCO Series: POCO M7 Pro 5G, POCO M6 Pro 4G, POCO X6 5G.
- Redmi Note Series: Redmi Note 14 5G, Redmi Note 13 Pro (varian 4G dan 5G), Redmi Note 13 Pro+ 5G.
- Redmi Series & C Series: Redmi 13, Redmi 14C.
- Tablet: Redmi Pad Pro, Redmi Pad SE 8.7, Redmi Pad SE 8.7 4G.
Mayoritas perangkat yang masuk dalam daftar ini berada di segmen harga menengah ke bawah. Saat peluncurannya di Indonesia, perangkat-perangkat tersebut umumnya dibanderol dalam kisaran USD 130–280 atau sekitar Rp2 juta hingga Rp4,5 juta.
Nasib Pengguna dan Keamanan Data
Meski tidak lagi mendapatkan Android 17, perangkat yang masuk fase EOL ini tidak serta-merta menjadi usang. Xiaomi menjamin bahwa perangkat tersebut akan tetap stabil untuk penggunaan harian selama sisa masa pakainya.
Dukungan patch keamanan akan tetap diberikan secara bertahap, meskipun dengan durasi yang lebih terbatas dibandingkan seri flagship. Konsekuensi utamanya adalah pengguna tidak akan dapat menikmati fitur sistem terbaru, peningkatan efisiensi, serta fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditawarkan oleh Android 17.
Langkah Xiaomi ini sejalan dengan tren industri smartphone global saat ini. Produsen kini cenderung mengutamakan stabilitas dan keamanan sistem dibandingkan sekadar mengejar angka versi Android terbaru pada perangkat keras yang mungkin tidak sanggup menjalankannya dengan optimal. Bagi pengguna yang menginginkan jaminan pembaruan jangka panjang, Xiaomi menyarankan untuk beralih ke seri flagship atau model yang secara eksplisit menjanjikan dukungan software lebih lama.
