KALTARABISNIS.CO – Pemerintah Indonesia kembali menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) pada awal Januari 2026. Langkah ini diambil guna meringankan beban ekonomi masyarakat golongan rentan serta memastikan dukungan sosial mengalir tepat sasaran kepada pihak yang membutuhkan.
Berdasarkan informasi yang diperbarui per 17 Januari 2026, data dari Kementerian Sosial (Kemensos) menunjukkan bahwa program utama yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Selain itu, pemerintah juga mendistribusikan bantuan beras serta iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Khusus untuk BPNT, bantuan diberikan dalam bentuk saldo elektronik sebesar Rp200.000 per bulan yang dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan pangan. Sejumlah wilayah di Indonesia dilaporkan telah menerima notifikasi terkait pencairan dana bantuan ini sejak awal Januari 2026.
Masyarakat dapat melakukan pengecekan status penerimaan secara mandiri untuk mengetahui detail bantuan, status pencairan, periode bantuan, hingga kanal penyaluran. Berikut adalah panduan teknis pengecekan status penerima bansos Januari 2026:
- Mengakses laman resmi di cekbansos.kemensos.go.id atau mengunduh aplikasi resmi “Cek Bansos” melalui Play Store atau App Store.
- Memilih wilayah domisili sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mencakup provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.
- Memasukkan nama lengkap secara akurat sesuai yang tertera di KTP.
- Mengetikkan kode captcha yang muncul pada sistem untuk proses verifikasi.
- Menekan tombol “Cari Data” untuk menampilkan hasil pencarian.
Keberhasilan pengecekan dan penyaluran ini sangat bergantung pada validitas data kependudukan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memastikan bahwa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama lengkap telah valid serta sinkron dengan data di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
