KALTARABISNIS.CO – Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, Sriwijaya FC, dipastikan harus turun kasta dari Liga 2 Pegadaian dan akan bermain di kompetisi Liga 3 musim depan. Kepastian pahit ini menyusul kekalahan telak 0-7 yang diderita Laskar Wong Kito saat menghadapi Bekasi City pada kompetisi Championship 2025/2026.
Pertandingan yang menentukan nasib buruk tersebut digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Jumat (16/1/2026) pukul 16.30 WIB. Hasil ini memperpanjang rekor buruk Sriwijaya FC dengan tujuh kekalahan beruntun sekaligus kekalahan ke-14 sepanjang musim ini.
Statistik Keterpurukan Sriwijaya FC hingga Pekan ke-16:
- Poin: 2 Poin.
- Rekor Pertandingan: 0 Menang, 2 Seri, 14 Kalah.
- Produktivitas Gol: 14 Gol memasukkan.
- Defisit Gol: 49 Gol kemasukan.
- Hasil Imbang: 1-1 melawan Sumsel United dan 3-3 melawan Persikad Depok (keduanya pada putaran pertama).
Dalam laga di Patriot Candrabhaga tersebut, pemain sayap Bekasi City, Ramadan, tampil dominan dengan mencetak quattrick. Empat gol tersebut masing-masing tercipta pada menit 42′, 45’+4, 61′, dan 72′.
Pesta gol Bekasi City dibuka oleh gol bunuh diri bek Sriwijaya FC, Rizky, pada menit 20′. Dua gol tambahan lainnya baru tercipta pada masa injury time melalui aksi Saldi pada menit 90’+2 dan Ikhsan Chan pada menit 90’+5.
Kemenangan besar ini membawa dampak signifikan bagi Bekasi City yang berhasil naik dua peringkat ke posisi 4 klasemen dengan koleksi 24 poin. Sebaliknya bagi Sriwijaya FC, hasil ini menutup peluang mereka untuk tetap bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia.
Meski sudah dipastikan degradasi, Laskar Wong Kito masih menyisakan dua pertandingan formalitas. Pada pekan ke-17, mereka akan menjamu Sumsel United di kandang, dan menutup musim pada pekan ke-18 dengan laga tandang melawan Adhyaksa FC Banten.
