KALTARABISNIS.CO – Samsung akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan pengguna smartphone Galaxy yang mengalami kemacetan pembaruan sistem Google Play. Raksasa teknologi tersebut mengakui bahwa penundaan distribusi pembaruan dilakukan secara sengaja dan direncanakan akan dilanjutkan kembali pada Januari ini.
Langkah ini diambil menyusul banyaknya laporan pengguna yang mendapati perangkat mereka “tersangkut” pada versi pembaruan pertengahan tahun 2025. Mengutip laporan Gadgets 360, Samsung mengaitkan jeda ini dengan proses pemeriksaan perangkat lunak internal yang ketat selama peluncuran perangkat baru dan pembaruan besar antarmuka Android mereka, One UI.
Alasan Stabilitas Sistem
Dalam keterangannya kepada media Jerman heise online, Samsung menjelaskan bahwa keputusan penangguhan ini diambil untuk mencegah konflik sistem saat pembaruan besar digulirkan. “Samsung telah menangguhkan sementara distribusi pembaruan Google untuk menghindari potensi masalah,” tulis pernyataan perusahaan tersebut.
Perusahaan menambahkan bahwa mereka berencana “untuk menyertakan pembaruan Google pada Januari 2026”. Penjelasan ini sekaligus menjawab kebingungan pengguna mengenai mengapa tanggal pembaruan sistem Google Play di pengaturan ponsel tidak berubah selama berbulan-bulan, meskipun pembaruan firmware atau patch keamanan lain tetap masuk secara rutin.
Dampak pada Pengguna Samsung Galaxy
Masalah ini mencuat setelah Android Authority menemukan banyak keluhan dari pemilik Galaxy—termasuk pengguna seri flagship terbaru—yang melaporkan bahwa sistem mereka masih berada di versi Juli atau September 2025. Hal ini berbeda dengan mekanisme pembaruan firmware biasa, karena pembaruan sistem Google Play berada di menu terpisah dan sering kali luput dari perhatian.
Situasi ini menyoroti perbedaan perlakuan di ekosistem Android. Samsung Magazine mencatat bahwa ponsel Pixel besutan Google dapat mengunduh pembaruan ini secara normal, sementara pengguna Galaxy melaporkan kegagalan saat mencoba menarik pembaruan secara manual.
Konteks Project Mainline
Pembaruan yang tertunda ini merupakan bagian dari inisiatif “Project Mainline” milik Google. Program ini dirancang untuk mengirimkan pembaruan pada bagian-bagian tertentu dari Android secara langsung melalui Google Play Store, tanpa harus menunggu rilis firmware penuh dari pabrikan ponsel.
Insinyur Android, Anwar Ghuloum dan Maya Ben Ari, pernah menjelaskan tujuan proyek ini saat peluncurannya. “Project Mainline memungkinkan kami memperbarui komponen OS inti dengan cara yang mirip dengan cara kami memperbarui aplikasi: melalui Google Play,” tulis mereka dalam Android Developers Blog. Tujuannya adalah memodularisasi komponen sistem agar bisa diperbarui di luar siklus rilis platform normal.
Ketidakpastian Jadwal Rilis
Meskipun Samsung telah berjanji untuk melanjutkan distribusi, masih terdapat ketidakjelasan mengenai teknis peluncurannya. Samsung belum merilis jadwal spesifik untuk setiap model perangkat, maupun menjelaskan seberapa cepat simpanan (backlog) pembaruan akan diselesaikan.
FindArticles mencatat bahwa pola ini mirip dengan periode sebelumnya di mana pembaruan sempat macet lalu muncul kembali. Hal ini mengindikasikan bahwa pengguna mungkin akan melihat lonjakan versi secara tiba-tiba, alih-alih pembaruan bertahap setiap bulan.
Untuk saat ini, pengguna Galaxy disarankan untuk tetap sabar dan terus menginstal firmware reguler serta patch keamanan yang dikirimkan Samsung melalui saluran pembaruan sistem biasa. Jika janji Samsung ditepati, indikator tanggal pada pengaturan sistem Google Play seharusnya akan mulai bergerak lagi dalam waktu dekat.
