KALTARABISNIS.CO – Samsung akhirnya memberikan respons resmi terkait banyaknya keluhan pengguna mengenai keterlambatan pembaruan Google Play System pada perangkat Galaxy. Perusahaan membenarkan bahwa penahanan distribusi pembaruan tersebut merupakan langkah yang disengaja demi menjaga stabilitas sistem.
Konfirmasi ini muncul setelah sejumlah pengguna, termasuk pemilik seri flagship Samsung Galaxy, melaporkan bahwa perangkat mereka tertinggal jauh dibandingkan ponsel Android merek lain. Sebagian besar unit dilaporkan masih terpaku pada versi pembaruan Juli atau September 2025, padahal versi yang lebih mutakhir telah tersedia secara global.
Alasan Verifikasi Internal
Mengutip laporan Android Authority, Kamis (8/1/2026), Samsung menjelaskan bahwa keterlambatan ini bukan disebabkan oleh kesalahan teknis, melainkan kebijakan internal perusahaan. Raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut menekankan pentingnya proses verifikasi tambahan sebelum perangkat lunak sampai ke tangan konsumen.
Kepada media Jerman, pihak Samsung menegaskan komitmen mereka terhadap kualitas pembaruan. “Ketika memperkenalkan perangkat baru atau update One UI, Samsung hanya merilis software sudah diverifikasi,” ungkap perwakilan Samsung.
Lebih lanjut, perusahaan menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya preventif. “Distribusi update dari Google sementara ditangguhkan untuk menghindari potensi masalah,” tambah Samsung dalam pernyataannya. Penjelasan ini sekaligus menjawab kebingungan pengguna mengapa menu pembaruan di ponsel Galaxy tidak mendeteksi versi baru, meskipun Google sudah merilisnya.
Perbedaan dengan Update OS Utama
Polemik ini menyoroti mekanisme pembaruan Android yang sering kali membingungkan pengguna awam. Sejak 2019, Google telah memisahkan mekanisme pembaruan sistem menjadi dua jalur berbeda. Pertama adalah pembaruan sistem operasi utama yang kendalinya dipegang penuh oleh produsen ponsel (OEM), dan kedua adalah Google Play System Update yang dikelola langsung oleh Google.
Google Play System Update memegang peranan vital dalam ekosistem Android. Komponen ini bertanggung jawab menghadirkan fitur-fitur esensial seperti Digital Wellbeing, Privacy Dashboard, hingga protokol keamanan perlindungan pencurian. Selain itu, beberapa elemen antarmuka yang menyerupai tampilan ponsel Pixel juga didistribusikan melalui jalur ini.
Sayangnya, keberadaan pembaruan ini kerap luput dari perhatian karena berbeda dengan aplikasi Google Play Services yang ada di Play Store. Pengguna harus melakukan pengecekan secara manual melalui menu pengaturan yang tersembunyi.
Mekanisme Pengecekan dan Jadwal Rilis
Bagi pengguna Android pada umumnya, status pembaruan ini dapat diperiksa dengan mengakses menu Settings > Security & Privacy > System & Updates. Namun, akibat kebijakan penangguhan dari Samsung, opsi pengecekan manual pada perangkat Galaxy saat ini sering kali gagal menampilkan pembaruan terbaru yang seharusnya sudah tersedia.
Situasi ini memicu kritik, terutama karena keterlambatan juga menimpa lini Galaxy S terbaru yang seharusnya mendapatkan prioritas dukungan perangkat lunak terbaik. Menanggapi keresahan tersebut, Samsung memastikan bahwa penundaan ini bersifat sementara.
Perusahaan menjadwalkan distribusi Google Play System Update akan kembali normal dan dilanjutkan mulai Januari 2026. Kendati demikian, Samsung belum memberikan rincian teknis apakah pembaruan bulan ini akan langsung membawa versi terkini untuk mengejar ketertinggalan versi bulan-bulan sebelumnya.
