IHSG Diprediksi Bisa Tembus 10.000 Akhir 2026

IHSG Menguat

Momentum penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil mencetak rekor tertinggi baru pada awal 2026 diprediksi belum akan berakhir. Tren positif ini dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan hingga penghujung tahun nanti.

Direktur PT Panin Asset Management, Rudiyanto, memberikan pandangan optimis terkait laju pasar modal Indonesia. Berdasarkan analisisnya, terdapat potensi kenaikan substansial dengan target angka psikologis baru pada penutupan 2026.

Berikut adalah rincian proyeksi dan data penting terkait pergerakan IHSG:

  • Target Pertumbuhan: IHSG berpotensi naik sekitar 10 persen dari level awal tahun.
  • Level Target: Indeks diprediksi menembus kisaran 10.000 pada akhir tahun 2026.
  • Syarat Fundamental: Laba perusahaan pada 2026 harus mampu tumbuh hingga 10 persen untuk menjadi penopang kuat fundamental pasar.

Rudiyanto menegaskan bahwa pergerakan indeks sangat bergantung pada prospek kinerja emiten. Pertumbuhan laba perusahaan menjadi variabel krusial dalam merealisasikan target tersebut.

Sektor Sorotan: Komoditas hingga Perbankan

Dalam peta investasi awal 2026, pelaku pasar disarankan untuk mencermati saham berbasis komoditas logam. Aset seperti emas dan perak dinilai memiliki prospek positif di tengah dinamika pasar saat ini.

Sementara itu, untuk konstituen indeks LQ45, perhatian khusus tertuju pada emiten berkapitalisasi besar (big cap), terutama di sektor perbankan. Rudiyanto menekankan adanya korelasi kuat antara kinerja emiten jumbo ini dengan arah pasar secara keseluruhan.

“Jika saham-saham big cap mampu membukukan kinerja positif pada kuartal pertama 2026, hal tersebut berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan pasar secara keseluruhan,” ungkap narasi analisis tersebut.

Pandangan mendalam mengenai arah investasi ini disampaikan dalam dialog antara Andi Shalini bersama Rudiyanto pada program Squawk Box CNBC Indonesia, Senin (12/01/2026).

Follow Kaltarabisnis.co di Google News Sekarang!