Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan kepastian resmi mengenai pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun anggaran 2026. Namun, jika merujuk pada pola seleksi di tahun-tahun sebelumnya, masyarakat dapat mulai menyusun estimasi jadwal pendaftaran untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang diprediksi tetap kompetitif.
Menilik Peluang dan Estimasi Jadwal CPNS 2026
Meskipun status pembukaan pendaftaran masih menjadi tanda tanya besar, para pejuang ASN disarankan untuk tidak lengah. Pengalaman dari periode sebelumnya menunjukkan bahwa kunci kelulusan bukan hanya pada kecerdasan, melainkan pada sejauh mana pelamar mempersiapkan diri sebelum pengumuman resmi dirilis.
Perkiraan Alur Seleksi Berdasarkan Pola Tahunan
Jika melihat histori seleksi yang pernah berjalan, berikut adalah estimasi lini masa atau jadwal CPNS 2026 yang patut diantisipasi:
- Mei – Juni 2026: Pengumuman formasi resmi dari instansi terkait.
- Juni – Juli 2026: Pembukaan portal pendaftaran online.
- Juli – Agustus 2026: Proses seleksi administrasi dan masa sanggah bagi berkas pelamar.
- September – Oktober 2026: Pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
- November 2026: Pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
- Desember 2026: Pengumuman hasil kelulusan akhir secara nasional.
Formasi yang Diprediksi Akan Kembali Tersedia
Bila seleksi resmi dibuka, CPNS 2026 diperkirakan tetap akan memberikan peluang bagi berbagai jenjang pendidikan untuk mengisi posisi di instansi pusat maupun daerah. Fleksibilitas ini memungkinkan lulusan baru (fresh graduate) hingga tenaga honorer untuk mencoba peruntungan.
Beberapa jenjang pendidikan yang biasanya mendapatkan alokasi formasi antara lain lulusan SMA dan sederajat, Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1), hingga jenjang Strata 2 (S2). Tingginya minat pendaftar membuat setiap posisi diperkirakan akan diperebutkan oleh ribuan peserta.
Tahapan Tes CPNS: SKD dan SKB
Sambil menunggu kepastian jadwal, calon pelamar dapat mulai mencicil materi yang akan diujikan dalam dua tahap utama seleksi.
1. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
Tes ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dengan tiga pilar materi utama:
- TWK (Tes Wawasan Kebangsaan): Menilai pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
- TIU (Tes Intelegensia Umum): Mengukur kemampuan logika, numerik, verbal, dan penalaran peserta.
- TKP (Tes Karakteristik Pribadi): Menilai aspek kepribadian, etika kerja, serta kemampuan dalam memberikan pelayanan publik.
2. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)
Peserta yang lolos ambang batas SKD akan lanjut ke tahap SKB yang jauh lebih spesifik. Tes ini dirancang untuk menguji kompetensi teknis sesuai dengan jabatan yang dilamar, baik melalui tes tertulis, praktik kerja, maupun wawancara.
Pada akhirnya, nilai dari kedua tahapan besar ini akan digabung untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan predikat sebagai ASN. Persiapan sejak dini, meski belum ada kepastian tanggal pembukaan, akan menjadi pembeda utama dalam hasil seleksi nanti.
