Pemerintah secara resmi bersiap membuka pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk tahun 2026. Pada periode ini, total kuota yang disiapkan mencapai 5.750 kursi beasiswa bagi talenta unggul nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, merinci pembagian kuota tersebut dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/1). Alokasi kursi beasiswa terdiri dari:
- Beasiswa Garuda (S1): 1.000 kursi.
- Jenjang S2 dan S3: 4.000 kursi.
- Doktor Spesialis: 750 kursi.
“Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul. Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru,” kata Brian.
Pemberian beasiswa tahun ini akan lebih spesifik dan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri dalam program Asta Cita. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, komposisi bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) ditargetkan mencapai di atas 80 persen.
Penguatan Anggaran Riset Universitas
Selain alokasi beasiswa, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk memperkuat sektor riset di perguruan tinggi. Saat ini, dana riset universitas tercatat sebesar Rp 8 triliun atau setara dengan 0,34 persen dari APBN.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden telah memutuskan pemberian tambahan anggaran riset sebesar Rp 4 triliun. Penambahan ini diharapkan dapat memperkuat penelitian di seluruh universitas melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Realisasi Anggaran dan Dana Abadi LPDP 2025
Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan dalam konferensi pers APBN KiTa pada Kamis (8/1), Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono memaparkan data keuangan LPDP sebagai berikut:
- Total Dana Abadi (Endowment Fund): Rp 180,8 triliun.
- Realisasi Pembiayaan Investasi: Rp 26,7 triliun.
- Akumulasi Pendanaan Mahasiswa: Rp 49,47 triliun.
- Total Penerima Manfaat: 680.192 siswa.
- Proyek Riset Terpilih: 3.707 proyek dengan nilai Rp 3,6 triliun.
Thomas Djiwandono menegaskan bahwa realisasi anggaran ini merupakan bentuk nyata keberlanjutan dukungan pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia dan proyek penelitian strategis di Indonesia.
