KALTARABISNIS.CO – Demam ponsel layar lipat tiga atau tri-fold kini mulai memasuki babak baru di industri teknologi global. Setelah Huawei dan Samsung resmi merambah segmen komersial, kini giliran raksasa teknologi asal China, OPPO, yang memberikan pernyataan mengejutkan. Melalui media sosial Weibo, salah satu petinggi perusahaan mengungkapkan bahwa OPPO sebenarnya sudah memiliki prototipe ponsel tri-fold yang dikembangkan secara internal.
Ponsel purwarupa tersebut saat ini masih tersimpan rapat di laboratorium riset dan pengembangan (R&D) milik perusahaan. Meski belum diperkenalkan secara resmi, manajemen mengklaim bahwa berbagai kendala teknis yang selama ini menjadi momok perangkat foldable telah berhasil diatasi.
Masalah klasik seperti mekanisme sistem engsel yang rumit, ketahanan layar saat dilipat tiga kali, hingga desain bodi yang proporsional disebut bukan lagi menjadi hambatan bagi tim teknis mereka.
Prioritas Harga dan Keseimbangan Pasar
Walaupun secara teknologi sudah siap untuk bertarung di pasar, OPPO menegaskan belum berniat meluncurkan perangkat tri-fold tersebut ke publik dalam waktu dekat. Ada beberapa alasan strategis yang mendasari keputusan pahit tersebut:
- Biaya Teknologi yang Tinggi: Komponen canggih untuk layar lipat tiga masih memerlukan biaya produksi yang sangat besar, sehingga akan berdampak langsung pada harga jual yang selangit.
- Segmentasi Pasar Terbatas: Hingga awal 2026, ceruk pasar ponsel lipat dinilai masih tergolong eksklusif dan belum menjangkau masyarakat luas secara masif.
- Fokus pada Seri Find N: Perusahaan memilih untuk tetap memusatkan energi pada pengembangan lini yang sudah ada, guna menghadirkan ponsel lipat dengan harga yang lebih terjangkau dan masuk akal.
Menunggu Momentum Komersial
Bagi produsen ini, menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan permintaan nyata dari konsumen adalah kunci utama dalam keberlangsungan bisnis. Perusahaan menekankan bahwa stabilitas pasar menjadi indikator krusial sebelum memutuskan untuk memproduksi massal teknologi yang sangat kompleks.
Dibandingkan hanya sekadar unjuk gigi lewat teknologi mutakhir, prioritas saat ini adalah memastikan produk yang sampai ke tangan konsumen memiliki nilai guna yang sebanding dengan harganya.
Langkah ini mencerminkan sikap hati-hati di tengah tren HP lipat tiga yang mulai menjamur. Meski secara internal teknologi tersebut sudah matang, para penggemar setia produk ini tampaknya masih harus bersabar hingga ongkos produksi menjadi lebih efisien.
Saat ini, fokus utama adalah bagaimana membuat teknologi layar lipat menjadi lebih “membumi” dan dapat dinikmati oleh lebih banyak lapisan masyarakat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
