KALTARABISNIS.CO – Industri perfilman Indonesia kembali mencatatkan sejarah baru pada awal tahun 2025. Film komedi besutan rumah produksi Imajinari, Agak Laen: Menyala Pantiku!, sukses memecahkan rekor sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa. Berdasarkan data terbaru yang dirilis, sekuel dari semesta Agak Laen ini telah melampaui angka psikologis 10,6 juta penonton, menggeser dominasi film-film box office sebelumnya.
Prestasi ini dikonfirmasi langsung melalui unggahan resmi akun media sosial Imajinari. Dalam pengumuman terbarunya, film yang disutradarai oleh Muhadkly Acho ini mencatatkan angka perolehan penonton yang fantastis, yakni sebanyak 10.602.907 penonton. Angka ini secara otomatis menempatkan Agak Laen: Menyala Pantiku! di puncak daftar film terlaris, menyalip film animasi Jumbo dan film horor fenomenal KKN di Desa Penari.
Puncak Klasemen Box Office
Berdasarkan data tabel film terlaris yang beredar, persaingan di papan atas box office Indonesia terlihat sangat ketat, terutama di tahun 2025. Agak Laen: Menyala Pantiku! kokoh di peringkat pertama dengan total lebih dari 10,5 juta tiket terjual secara nasional—angka yang kemudian dimutakhirkan menjadi 10,6 juta oleh pihak studio.
Di posisi kedua, film animasi Jumbo yang disutradarai Ryan Adriandhy menempel ketat dengan perolehan 10.233.002 penonton. Sementara itu, pemegang rekor sebelumnya, KKN di Desa Penari (2022) karya Awi Suryadi, kini harus puas berada di posisi ketiga dengan total 10.061.033 penonton. Keberhasilan ini menandakan pergeseran tren penonton bioskop yang semakin apresiatif terhadap genre komedi berbasis komunitas yang kuat.
Antusiasme “Pasukan” di Media Sosial
Kesuksesan ini dirayakan dengan gaya komunikasi khas Imajinari yang santai dan interaktif. Melalui akun Instagram @imajinari.id, pihak rumah produksi menyapa para penggemar setia mereka yang disebut sebagai “pasukan” dengan nada antusias.
“Udah 10,602,907 pasukan aja ni wooyy yang ikut senam kelenturan bareng para penghuni panti 🤯🔥🔥” tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya.
Istilah “senam kelenturan” merujuk pada salah satu elemen cerita atau gimmick promosi yang diusung dalam film ini. Pihak Imajinari juga memberikan tantangan jenaka kepada para penonton untuk menyaingi kelenturan salah satu personel inti Agak Laen, Bene Dion.
“Yookkk kita kalahin kelenturan ketua lentur @bene_dion 🧘🏻♂️” lanjut keterangan tersebut.
Masih Tayang di Bioskop
Perolehan angka penonton ini diprediksi masih akan terus bertambah mengingat status penayangan film yang masih aktif di bioskop. Dalam tabel data film terlaris, judul Agak Laen: Menyala Pantiku! masih ditandai dengan warna hijau, yang mengindikasikan bahwa film tersebut masih memiliki jatah layar yang signifikan di seluruh Indonesia.
Pihak studio pun terus mendorong penonton yang belum menyaksikan untuk segera meramaikan bioskop. Seruan ini disampaikan dengan gaya bahasa khas Medan yang menjadi ciri lekat grup komedi tersebut.
“Gaskan ajak pasukan kelen ke bioskop sekarang buat ketawa bareng!” pungkas admin Imajinari dalam unggahannya.
Dengan capaian ini, Imajinari semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu rumah produksi paling berpengaruh di kancah perfilman nasional, mampu bersaing dengan studio besar lainnya seperti Visinema Studios dan MD Pictures dalam memperebutkan hati jutaan penonton Indonesia.
