Gempa Bumi M 4,9 Guncang Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi

KALTARABISNIS.CO – Wilayah Laut Banda, Maluku, diguncang gempa tektonik pada Minggu (11/1/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa ini terjadi tepat pada pukul 03.43.37 WIB.

Berdasarkan hasil analisis pemutakhiran data, gempa yang awalnya diinformasikan bermagnitudo 5,1 ini memiliki parameter update magnitudo M 4,9. Episenter gempabumi terdeteksi di wilayah perairan, berjarak sekitar 212 kilometer arah Barat Laut Tanimbar, Maluku.

Pusat gempa tersebut diketahui berada pada koordinat 7,07° Lintang Selatan dan 129,62° Bujur Timur. Hiposenter atau titik kedalaman gempa tercatat berada pada kedalaman 180 kilometer di bawah permukaan laut.

Penyebab dan Mekanisme Gempa

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa bumi menengah. Hal ini disimpulkan setelah memperhatikan lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya.

Menurut Daryono, pemicu guncangan adalah adanya aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Banda. Analisis lebih lanjut mengenai pergerakan lempeng juga telah dilakukan oleh pihak BMKG.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” ujar Daryono dalam keterangan tertulisnya.

Dampak Guncangan dan Potensi Tsunami

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), dampak gempa ini dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas yang bervariasi. Daerah yang merasakan guncangan meliputi Amahai di Maluku Tengah, Pulau-Pulau Babar di Maluku Barat Daya, serta Pulau Wetang.

Guncangan di wilayah-wilayah tersebut tercatat pada skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk yang sedang berlalu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun dampak signifikan lainnya yang ditimbulkan oleh gempa tersebut. BMKG juga segera mengeluarkan pernyataan terkait potensi bahaya gelombang laut pasca-gempa.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.

Monitoring Gempa Susulan

Pihak BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di lokasi tersebut. Hingga pukul 04.10 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.

Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Warga diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Follow Kaltarabisnis.co di Google News untuk Update Berita Terkini