add_action( 'wp_footer', 'delay_gtag_script' ); function delay_gtag_script() { ?>

Persiku Kudus Kena Sanksi Denda 250 Juta Rupiah

Liga 2 Pegadaian Championsip - Kaltarabisnis.co Liga 2 Pegadaian Championsip - Kaltarabisnis.co

Kesebelasan Persiku Kudus harus menerima kenyataan pahit setelah dijatuhi sanksi berat oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat tindakan diskriminatif oknum suporter dalam laga lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026. Berdasarkan keputusan resmi, klub berjuluk Laskar Macan Muria ini dihukum satu kali pertandingan kandang tanpa penonton serta denda finansial sebesar Rp250 juta. Sanksi ini merujuk pada Pasal 60 ayat (2) jo Pasal 13 ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.

Kronologi dan Dasar Sanksi Komdis PSSI

Hukuman ini bermula dari insiden rasisme yang terjadi saat Persiku Kudus menjamu Persipura Jayapura di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (30/2) lalu. Dilansir dari laman pemberitaan lokal, tindakan tidak terpuji dari tribun penonton tersebut dinilai telah mencederai sportivitas dan regulasi kompetisi yang berlaku di bawah naungan PSSI.

Direktur Utama PT Relasi Sport Muria Indonesia, Abdul Fuad Amirul, membenarkan adanya surat keputusan sanksi yang diterima pihak manajemen klub.

“Benar, kita mendapatkan sanksi tersebut karena Komdis PSSI menilai adaya tindakan diskriminatif yakni suporter mengucapkan kalimat-kalimat rasis kepada tim Persipura selama pertandingan,” kata Direktur Utama PT Relasi Sport Muria Indonesia Abdul Fuad Amirul.

Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa manajemen telah menerima pemberitahuan resmi dan mengakui adanya pelanggaran kode disiplin yang dipicu oleh ucapan rasisme dari bangku penonton. Pihak manajemen Persiku Kudus pun langsung bergerak cepat dengan menggelar pertemuan internal guna mempelajari detail sanksi serta bukti-bukti yang diajukan oleh Komdis PSSI.

Dampak Reputasi dan Evaluasi Manajemen

Manajemen menyadari bahwa kerugian yang dialami klub tidak hanya bersifat materi, melainkan juga memukul nama baik tim di kancah sepak bola nasional. Abdul Fuad Amirul menegaskan bahwa kejadian ini merupakan teguran keras bagi seluruh elemen klub, terutama para pendukung setia.

“Ini pelajaran berharga bagi kami dan suporter, bukan masalah bikai uang saja tetapi nama a baik juga tercoreng,” tambahnya.

Melalui penjelasan tersebut, dipahami bahwa denda Rp250 juta merupakan beban finansial yang signifikan, namun pemulihan citra klub di mata publik menjadi prioritas yang lebih besar. Pihak manajemen berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan agar klub tidak terus dirugikan oleh ulah oknum tertentu.

Kesiapan Skuad Menghadapi Putaran Ketiga

Meski tengah dirundung sanksi, Persiku Kudus tetap fokus mempersiapkan kekuatan teknis untuk menghadapi putaran ketiga Liga Championship. Langkah strategis telah diambil dengan memperkuat kedalaman skuat melalui perekrutan sejumlah pemain baru pada jendela transfer Januari lalu guna menjauh dari ancaman degradasi.

Pelatih Persiku Kudus, Bambang Pujo Sumantri, menyatakan optimisme terhadap komposisi pemain yang ada saat ini. Sejumlah nama beken seperti Jaimerson Xavier, Caique Silvio Souza, Alfath Fathier, hingga Hugo Samir telah didatangkan untuk mendongkrak performa tim.

“Dengan materi pemain ini saya pikir sudah bagus, saat ini guna mempersiapkan laga lanjutan Kita terus melakukan evaluasi dan perbaikan, nanti kita lihat kekurangannya seperti apa,” ujar Bambang Pujo Sumantri.

Berdasarkan penjelasan sang pelatih, tim pelatih kini fokus mematangkan strategi permainan dan memperbaiki kelemahan yang terlihat pada laga-laga sebelumnya. Evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar Laskar Macan Muria mampu mengamankan poin penuh di laga-laga krusial mendatang demi menghindari zona merah klasemen.