Laga panas pekan ke-18 Liga 2 Championship Pegadaian antara Sumsel United menjamu Garudayaksa FC di Stadion Jakabaring masih menemui jalan buntu. Hingga turun minum, kedua tim harus puas berbagi angka dengan skor kacamata 0-0.
Pertandingan ini berjalan cukup keras sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit di hadapan publik Palembang. Laporan Kaltarabisnis.co mencatat satu kartu kuning sudah keluar untuk pemain Garudayaksa saat laga baru berjalan tiga menit.
Dominasi Laskar Wong Kito
Namun demikian, tuan rumah Sumsel United perlahan mulai mengambil alih kendali permainan melalui penguasaan bola yang cukup dominan. Laskar Wong Kito unggul dengan 55 persen penguasaan bola berbanding 45 persen milik tim tamu sepanjang paruh pertama.
Strategi tersebut membuat anak asuh Nilmaizar lebih sering mengancam gawang Garudayaksa sepanjang 45 menit awal. Tercatat ada tiga total tembakan yang dilesatkan tuan rumah, di mana satu di antaranya berhasil tepat sasaran ke arah gawang.
Garudayaksa Tertekan di Jakabaring
Pencapaian ini berbanding terbalik dengan kondisi tim tamu yang terlihat sangat kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan. Garudayaksa FC bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan, baik yang meleset maupun tepat sasaran, selama babak pertama berlangsung.
Sisi lain dari kerasnya tensi laga kembali terlihat menjelang berakhirnya waktu paruh saat pemain tuan rumah melakukan pelanggaran. Tepat pada menit ke-41, wasit terpaksa mengeluarkan kartu kuning kedua dalam laga ini untuk pemain Sumsel United.
Statistik Babak Pertama:
- Skor: 0-0
- Penguasaan Bola: Sumsel United 55% – 45% Garudayaksa
- Total Tembakan: Sumsel United 3 – 0 Garudayaksa
- Tendangan Sudut: Sumsel United 1 – 2 Garudayaksa
Menarik untuk dinantikan apakah dominasi tuan rumah akan berbuah gol di babak kedua, atau justru Garudayaksa yang mampu mencuri momentum di Bumi Sriwijaya.