PSIS Semarang vs Tornado FC berakhir dengan hasil memilukan bagi ribuan suporter tuan rumah yang memadati Stadion Jatidiri. Pertandingan krusial pekan ke-18 Liga 2 Championship ini ditutup dengan kemenangan telak tim tamu lewat skor akhir 0-3 pada Jumat sore.
Sayangnya, ketertinggalan satu gol di babak pertama memaksa PSIS Semarang untuk bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan. Strategi menyerang ini justru menjadi bumerang bagi tuan rumah yang sudah kehilangan satu pemain akibat kartu merah sebelumnya.
Namun demikian, kondisi pincang tersebut dimanfaatkan dengan sangat cerdik oleh para pemain Kendal Tornado FC untuk mengeksploitasi sisi lapangan yang kosong. Tim tamu tampil begitu dominan dalam mengalirkan bola-bola cepat yang merepotkan barisan pertahanan lawan.
Pencapaian ini semakin nyata saat Dimas Sukarno sukses mencetak gol kedua bagi Laskar Badai Pantura pada menit ke-58 babak kedua. Gol tersebut lahir melalui skema serangan terencana setelah memanfaatkan umpan akurat dari rekan setimnya, Y Alkanza.
Masalah bertambah bagi PSIS Semarang ketika mereka kembali kebobolan sebelas menit kemudian melalui aksi gemilang Ibnu Hajar. Memanfaatkan assist matang dari Patrick pada menit ke-69, sontekan Ibnu Hajar memastikan dominasi penuh tim tamu di markas lawan.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta meski tuan rumah terus mencoba mencari celah untuk mencetak gol hiburan. Kekalahan memalukan 0-3 ini menjadi catatan pahit bagi perjalanan Laskar Mahesa Jenar di kompetisi musim ini.
Kekalahan telak di kandang sendiri harus menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim pelatih untuk segera membenahi mentalitas dan kedisiplinan pemain. Seluruh pasang mata kini menanti kebangkitan PSIS Semarang agar tidak semakin terpuruk dalam persaingan ketat Liga 2 Championship.